Jumat, 01 Juni 2012

manusia sebagai makhluk berbudaya

  Nama: ilyas dikyasin
kelas: 1IA09
NPM: 53411511
BAB I
PENDAHULUAN
      1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena memiliki akal dan budi. Manusia sebagai mahkluk sosial juga menciptakan budaya mereka masing-masing sebagai ciri khas dan warisan turun-temurun. Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain.
Makalah ini membahas mengenai pengertian-pengertian dasar tentang manusia dan kebudayaan. Pada hakekatnya manusia sama saja dengan makhluk lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadarannya. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibandingkan dengan makhluk lain. Letak perbedaan antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam melahirkan sebuah kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang menciptakan dan memilkinya sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinctif. Atau yang kita bisa sebut sebagai insting.
1.2 Tujuan penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1. Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen.
2. Untuk mengetahui tentang Pengertian Warganegara dan Negara
BAB II
ISI
2.1 Teori
Pengertian Manusia Sebagai Mahluk Berbudaya
            “Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya”.
      2.2 Pengertian Budaya dan Kebudayaan
         Budaya adalah Daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.
         Kebudayaan adalah Hasil dari cipta, rasa dan karsa
            Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta “Buddhayah“, yang merupakan bentuk jamak dari  kata “Buddhi” yang berarti  budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal”. Culture, merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (Mengolah tanah atau bertani). Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam.
 
2.3 Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli
1.    Menurut E.B. Tylor (Primitive Culture)
                  Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,        kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta           kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota       masyarakat.
2.    Menurut R. Linton (The Cultural Background of Personality)
Kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
3.     Menurut Melville J. Herskovits
Kebudayaan adalah “ Man made part of the environment “ (bagian dari lingkungan manusia)
4.    Menurut Dawson (Age of The Gods)
Kebudayaan adalah cara hidup bersama (culture is common way of life)
5.    Menurut J.V.H. Deryvendak
Kebudayaan adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam suatu masyarakat tertentu
6.    Menurut Prof Dr. Koentjaraningrat
“Kebudayaan adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar”.
7.    Menurut Menurut Ki Hajar Dewantara
“Kebudayaan adalah buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat”
8.    Menurut Sultan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir
9.    Menurut Dr. Moh. Hatta
Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa
10. Menurut Mangunsarkoro
Kebudayaan adalah segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya
11. Menurut Drs. Sidi Gazalba
Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu
12. Menurut Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi
“Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
2.4 Pengertian Kebudayaan Secara Umum
         kebudayaan itu hanya dimiliki oleh masyarakat manusia
         kebudayaan itu tidak diturunkan secara biologis melainkan diperoleh melalui proses belajar dan kebudayaan itu didapat, didukung dan diteruskan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan
1.        Discovery dan invention
               Discovery dan invention adalah pangkal tolak dalam studi mengenai pertumbuhan dan perubahan kebudayaan, karena hanya dengan proses inilah unsur yang baru dapat ditambahkan kepada keseluruhan kebudayaan manusia.
               Menurut Linton,  Discovery adalah setiap penambahan pada pengetahuan dan invention adalah penerapan yang baru dari pengetahuan.
               Basic invention
         Basic invention dapat diterangkan sebagi suatu peristiwa yang meliputi pemakaian prinsip baru atau kombinasi dari prinsip baru. Basic disini mempunyai arti, bahwa ia membuka kemungkinan akan adanya kemajuan dan menjadi dasar dari berbagai invention.
               Improving invention
         Artinya adalah memperbaiki penemuan yang telah ada
2.        Difusi kebudayaan
               Difusi kebudayaan adalah proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.
               Penyebaran dari individu ke individu lain dalam batas satu masyarakat disebut difusi intramasyarakat.
               Sedangkan penyebaran dari masyarakat ke masyarakat disebut difusi intermasyarakat.
               Difusi mengandung tiga proses yang dibeda-bedakan:
         Proses penyajian unsur baru kepada suatu masyarakat, Penerimaan unsur baru, Proses integrasi
3.        Akulturasi
               Redfield, Linton, Herskovits: Mengemukakan bahwa akulturasi meliputi fenomena yang timbul  sebagai hasil, jika kelompok – kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau pada kedua-duanya.
4.        Asimilasi
               Asimilasi adalah satu proses sosial yang telah lanjut dan yang ditandai oleh makin kurangnya perbedaan atara individu-individu dan anatar kelompok-kelompok, dan makin eratnya persatuan aksi, sikap dan proses mental yang berhubungan dengan dengan kepentingan dan tujuan yang sama.
               Faktor-faktor yang memudahkan asimilasi:
a.    Faktor toleransi
b.    Faktor adanya kemungkinan yang sama dalam bidang ekonomi
c.    Faktor adanya simpati terhadap kebudayaan yang lain.
d.    Faktor perkawinan campuran
2.6 Metode Penulisan
            Tugas yang saya buat ini bersifat Kualitatif yang didalamnya menjelaskan tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasanya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
 2.7 Studi Kasus
Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat sunda, ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk berbicara dengan orang yang lebih tua.
Seperti pada kebudayaan sunda, kebudayaan sunda termasuk kebudayaan tertua.kebudayaan sunda yang ideal kemudian sering dikaitkan sebagai kebbudayaan raja – raja sunda. Ada beberapa waTka dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup.Etos dan watak Sunda itu adalah cageur,bageur,singer dan pinter. Kebudayaan sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perludilestarikan. Hampir semua masyarakat sunda beragama Islam namun ada beberapa yang bukan beragama islam, walaupun berebeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan di tujukan untuk alam semesta.
Kebudayaan sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan – kebudayaan lain. Secaraumum masyarakat Jawa Barat atau Tatar sunda , sering dikenal dengan masyarakat religius.Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo “ silih asih, silih asah dan silih asuh, saling mengasihi, saling mempertajam diri dan saling malindungi.Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah budaya lain yang khas seperti kesopanan,rendah hati terhadap sesama, kepada yang lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih kecil.Pada kebudayaan sunda keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat sunda melakukan gotong royong untuk mempertahankannya.
Budaya sunda memiliki banyak kesenian , diantaranya adalah kesenian sisngaan, tarian khas sunda, wayang golek,permainan anak kecil yang khas,alat musik sunda yang bisanya digunakan pada pagelaran kesenian.
Sisingaan adalah kesenian khas sunda yang menampilkan 2 – 4 boneka singa yang diusung oleh para pemainnya sambil menari sisingaan sering digunakan dalam acara tertentu, seperti pada acra khitanan.
Wayang golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu dalam suatu cerita perwayangan. Wayang diamainkan oleh seorang dalang yang menguasai berbagai karakter maupun suara tokoh yang di mainkan.
Jaipongan adalah pengembangan dan akar dari tarian klasik .
Tarian Ketuk Tilu , sesuai dengan namanya Tarian ketuk tilu berasal dari nama sebuah instrumen atau alat musik tradisional yang disebut ketuk sejumlah 3 buah.
Alat musik khas sunda yaitu, angklung , rampak kendang, suling,kecapi,gong,calung. Angklung adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu , yang unik , enak didengar angklung juga sudah menjadi salah satu warisan kebudayaan Indonesia.
Rampak kendang adalah salah satu instrumen musik tradisional yang di mainkan bersamma – sama instrumen lainnya.
BAB III
PENUTUP
            Demikian yang dapat saya paparkan mengenai pemahaman Ilmu Sosial Dasar yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
SUMBER
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Sunda
http://andarys.blogspot.com/2012/05/manusia-sebagai-mahluk-berbudaya.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar