Nama: ilyas dikyasin
kelas: 1IA09
NPM: 53411511
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia
merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena memiliki akal dan
budi. Manusia sebagai mahkluk sosial juga menciptakan budaya mereka
masing-masing sebagai ciri khas dan warisan turun-temurun. Manusia dan
kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain.
Makalah ini membahas
mengenai pengertian-pengertian dasar tentang manusia dan kebudayaan. Pada
hakekatnya manusia sama saja dengan makhluk lainnya, yaitu memiliki hasrat dan
tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan
kesadarannya. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan,
kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibandingkan dengan makhluk
lain. Letak perbedaan antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam
melahirkan sebuah kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang menciptakan
dan memilkinya sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang
bersifat instinctif. Atau yang kita bisa sebut sebagai insting.
1.2 Tujuan penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah: 1. Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen.
2. Untuk mengetahui tentang Pengertian Warganegara dan Negara
BAB II
ISI
2.1 Teori
Pengertian Manusia Sebagai Mahluk Berbudaya
“Manusia
sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa
mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang
membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil,
maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan
keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya”.
2.2 Pengertian Budaya dan
Kebudayaan
•
Budaya adalah Daya
dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.
•
Kebudayaan adalah Hasil dari cipta, rasa dan karsa
Kebudayaan Berasal Dari Kata
Sansekerta “Buddhayah“, yang merupakan bentuk jamak dari kata “Buddhi” yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan
dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal”. Culture,
merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal
dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (Mengolah tanah
atau bertani). Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture”
diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah
alam.
2.3 Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli
1. Menurut E.B. Tylor (Primitive Culture)
Kebudayaan
adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain
kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan
yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Menurut R. Linton (The Cultural Background of Personality)
Kebudayaan adalah
konfigurasi dari tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentukannya
didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
3. Menurut Melville J. Herskovits
Kebudayaan adalah
“ Man made part of the environment “ (bagian dari lingkungan manusia)
4. Menurut Dawson (Age of The Gods)
Kebudayaan adalah
cara hidup bersama (culture is common way of life)
5. Menurut J.V.H. Deryvendak
Kebudayaan adalah
kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam
suatu masyarakat tertentu
6. Menurut Prof Dr. Koentjaraningrat
“Kebudayaan adalah
keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar”.
7. Menurut Menurut Ki Hajar Dewantara
“Kebudayaan adalah
buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat”
8. Menurut Sultan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah manifestasi
dari cara berfikir
9. Menurut Dr. Moh. Hatta
Kebudayaan adalah ciptaan
hidup dari suatu bangsa
10. Menurut Mangunsarkoro
Kebudayaan adalah
segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya
11. Menurut Drs. Sidi Gazalba
Kebudayaan adalah
cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari
segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu
waktu
12. Menurut Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi
“Kebudayaan
adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
2.4 Pengertian Kebudayaan Secara Umum
•
kebudayaan itu hanya
dimiliki oleh masyarakat manusia
•
kebudayaan itu tidak
diturunkan secara biologis melainkan diperoleh melalui proses belajar dan kebudayaan
itu didapat, didukung dan diteruskan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan
kebudayaan
1.
Discovery dan
invention
•
Discovery dan
invention adalah pangkal tolak dalam studi mengenai pertumbuhan
dan perubahan kebudayaan, karena hanya dengan proses inilah unsur yang baru
dapat ditambahkan kepada keseluruhan kebudayaan manusia.
•
Menurut Linton, Discovery adalah setiap penambahan
pada pengetahuan dan invention adalah penerapan yang baru dari pengetahuan.
•
Basic invention
Basic invention dapat diterangkan
sebagi suatu peristiwa yang meliputi pemakaian prinsip baru atau kombinasi dari
prinsip baru. Basic disini mempunyai arti, bahwa ia membuka kemungkinan akan
adanya kemajuan dan menjadi dasar dari berbagai invention.
•
Improving invention
Artinya adalah memperbaiki penemuan
yang telah ada
2.
Difusi kebudayaan
•
Difusi kebudayaan
adalah proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain,
dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.
•
Penyebaran dari
individu ke individu lain dalam batas satu masyarakat disebut difusi
intramasyarakat.
•
Sedangkan penyebaran
dari masyarakat ke masyarakat disebut difusi intermasyarakat.
•
Difusi mengandung
tiga proses yang dibeda-bedakan:
Proses penyajian unsur baru kepada
suatu masyarakat, Penerimaan unsur baru, Proses integrasi
3.
Akulturasi
•
Redfield, Linton, Herskovits:
Mengemukakan bahwa akulturasi meliputi fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok – kelompok
manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan
kontak secara langsung dan terus-menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan
dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau pada
kedua-duanya.
4.
Asimilasi
•
Asimilasi adalah
satu proses sosial yang telah lanjut dan yang ditandai oleh makin kurangnya
perbedaan atara individu-individu dan anatar kelompok-kelompok, dan makin
eratnya persatuan aksi, sikap dan proses mental yang berhubungan dengan dengan
kepentingan dan tujuan yang sama.
•
Faktor-faktor yang
memudahkan asimilasi:
a. Faktor toleransi
b. Faktor adanya kemungkinan yang sama dalam bidang ekonomi
c. Faktor adanya simpati terhadap kebudayaan yang lain.
d. Faktor perkawinan campuran
2.6 Metode Penulisan
Tugas yang saya buat ini bersifat Kualitatif
yang didalamnya menjelaskan tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang
secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasanya sendiri
dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam
peristilahannya, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat sunda, ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk berbicara dengan orang yang lebih tua.
Seperti pada kebudayaan sunda, kebudayaan sunda termasuk kebudayaan tertua.kebudayaan sunda yang ideal kemudian sering dikaitkan sebagai kebbudayaan raja – raja sunda. Ada beberapa waTka dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup.Etos dan watak Sunda itu adalah cageur,bageur,singer dan pinter. Kebudayaan sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perludilestarikan. Hampir semua masyarakat sunda beragama Islam namun ada beberapa yang bukan beragama islam, walaupun berebeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan di tujukan untuk alam semesta.
Kebudayaan sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan – kebudayaan lain. Secaraumum masyarakat Jawa Barat atau Tatar sunda , sering dikenal dengan masyarakat religius.Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo “ silih asih, silih asah dan silih asuh, saling mengasihi, saling mempertajam diri dan saling malindungi.Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah budaya lain yang khas seperti kesopanan,rendah hati terhadap sesama, kepada yang lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih kecil.Pada kebudayaan sunda keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat sunda melakukan gotong royong untuk mempertahankannya.
Budaya sunda memiliki banyak kesenian , diantaranya adalah kesenian sisngaan, tarian khas sunda, wayang golek,permainan anak kecil yang khas,alat musik sunda yang bisanya digunakan pada pagelaran kesenian.
Sisingaan adalah kesenian khas sunda yang menampilkan 2 – 4 boneka singa yang diusung oleh para pemainnya sambil menari sisingaan sering digunakan dalam acara tertentu, seperti pada acra khitanan.
Wayang golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu dalam suatu cerita perwayangan. Wayang diamainkan oleh seorang dalang yang menguasai berbagai karakter maupun suara tokoh yang di mainkan.
Jaipongan adalah pengembangan dan akar dari tarian klasik .
Tarian Ketuk Tilu , sesuai dengan namanya Tarian ketuk tilu berasal dari nama sebuah instrumen atau alat musik tradisional yang disebut ketuk sejumlah 3 buah.
Alat musik khas sunda yaitu, angklung , rampak kendang, suling,kecapi,gong,calung. Angklung adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu , yang unik , enak didengar angklung juga sudah menjadi salah satu warisan kebudayaan Indonesia.
Rampak kendang adalah salah satu instrumen musik tradisional yang di mainkan bersamma – sama instrumen lainnya.
Seperti pada kebudayaan sunda, kebudayaan sunda termasuk kebudayaan tertua.kebudayaan sunda yang ideal kemudian sering dikaitkan sebagai kebbudayaan raja – raja sunda. Ada beberapa waTka dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup.Etos dan watak Sunda itu adalah cageur,bageur,singer dan pinter. Kebudayaan sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perludilestarikan. Hampir semua masyarakat sunda beragama Islam namun ada beberapa yang bukan beragama islam, walaupun berebeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan di tujukan untuk alam semesta.
Kebudayaan sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan – kebudayaan lain. Secaraumum masyarakat Jawa Barat atau Tatar sunda , sering dikenal dengan masyarakat religius.Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo “ silih asih, silih asah dan silih asuh, saling mengasihi, saling mempertajam diri dan saling malindungi.Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah budaya lain yang khas seperti kesopanan,rendah hati terhadap sesama, kepada yang lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih kecil.Pada kebudayaan sunda keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat sunda melakukan gotong royong untuk mempertahankannya.
Budaya sunda memiliki banyak kesenian , diantaranya adalah kesenian sisngaan, tarian khas sunda, wayang golek,permainan anak kecil yang khas,alat musik sunda yang bisanya digunakan pada pagelaran kesenian.
Sisingaan adalah kesenian khas sunda yang menampilkan 2 – 4 boneka singa yang diusung oleh para pemainnya sambil menari sisingaan sering digunakan dalam acara tertentu, seperti pada acra khitanan.
Wayang golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu dalam suatu cerita perwayangan. Wayang diamainkan oleh seorang dalang yang menguasai berbagai karakter maupun suara tokoh yang di mainkan.
Jaipongan adalah pengembangan dan akar dari tarian klasik .
Tarian Ketuk Tilu , sesuai dengan namanya Tarian ketuk tilu berasal dari nama sebuah instrumen atau alat musik tradisional yang disebut ketuk sejumlah 3 buah.
Alat musik khas sunda yaitu, angklung , rampak kendang, suling,kecapi,gong,calung. Angklung adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu , yang unik , enak didengar angklung juga sudah menjadi salah satu warisan kebudayaan Indonesia.
Rampak kendang adalah salah satu instrumen musik tradisional yang di mainkan bersamma – sama instrumen lainnya.
BAB III
PENUTUP
Demikian yang dapat saya paparkan
mengenai pemahaman Ilmu Sosial Dasar yang menjadi pokok bahasan dalam makalah
ini, tentunya masih banyak kekurangan, kerena terbatasnya pengetahuan dan
kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
SUMBER
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Sunda
http://andarys.blogspot.com/2012/05/manusia-sebagai-mahluk-berbudaya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar